>>>>page 1 : file A<<<<<
>>>>page 1<<<<<<
ORIGINAL created by
SILVERCOROLLA (@taufikmulana)
Rekaman Wawancara Saksi Selamat “Jakarta Berdarah” Randi Rakacita (part 1)
Subjek: Randi Rakacita
Usia: 28
Pekerjaan: karyawan perusahaan asuransi
Waktu wawancara: Rabu, 15 Juli 20X1, 14.23 WIB
Mas Randi, silahkan anda ceritakan apa yang anda alami saat peristiwa itu berlangsung.
Pada
hari itu saya sedang berada di kantor klien saya, Pak Daniel untuk
mengurus klaim. Waktunya sekitar jam sembilan pagi. Kebetulan saat itu,
beliau sedang ada tamu jadi saya harus menunggu dulu di luar ruang
kerjanya.
Berapa lama anda menunggu?
Saya
menunggunya sekitar lima belas menitan. Sejak saya datang, tamu itu
sudah di dalam entah sudah berapa lama. Saya ingin menanyakannya pada
sekretaris Pak Daniel tapi ia sibuk menerima telepon. Pada akhirnya saya
nggak sempat bertanya karena keburu terjadi kejadian itu.
Kejadian apa?
Sebenarnya
saya nggak tahu persis kejadiannya seperti apa tapi dari dalam ruang
Pak Daniel tiba-tiba timbul suara gaduh dan terdengar teriakkan minta
tolong. Saya tadinya ingin langsung masuk tapi tidak enak karena saya
tamu. Akhirnya saya panggil si sekretaris untuk masuk duluan melihat apa
yang terjadi. Ketika kami berdua membuka pintu, kami melihat kejadian
yang sangat mengejutkan.
(Randi berhenti sejenak. Ia mengerutkan kening saat membayangkan kembali apa yang ia lihat saat itu)
Pak
Daniel terkapar di lantai bersimbah darah. Di atasnya ada seorang pria
dewasa sedang mencabik leher beliau dengan giginya. Ia memakan daging
Pak Daniel.
(Randi menutup mulut dengan tangannya)
Lalu apa yang terjadi? Apakah ia melihat anda?
Belum,
awalnya ia belum menyadari keberadaan kami sebelum kami teriak minta
tolong. Orang itu tiba-tiba berdiri dan menyerang kami. Saya yang kaget,
langsung membanting pintu dengan refleks. Orang itu menggedor-gedor
pintu sambil meraung seperti orang gila. Saya tahan saja pintunya sampai
akhirnya sekuriti datang. Dia sempat nanya apa yang terjadi. Tentunya
saya bilang saya nggak tahu. Tiba-tiba saja semuanya terjadi.
Berapa orang sekuritinya?
Dua orang.
Terus, mereka bisa menanganinya?
Tidak
juga sih. Salah satu sekuriti membuka pintunya. Saya sudah bilang
hati-hati tapi ia tidak mau dengar. Begitu pintunya dibuka, si tamu gila
itu langsung lompat menerkam si sekuriti. Keduanya jatuh ke lantai. Si
sekuriti itu berusaha menahan si tamu yang mencoba menggigit lehernya.
Sekuriti kedua berusaha memisahkan mereka namun ia kesulitan. Akhirnya
si tamu ditarik beramai-ramai oleh karyawan-karyawan lain. Tamu itu
berhasil dipisahkan tapi ia sempat menggigit tangan si sekuriti. Jadi
saat si tamu diangkat, daging tangan si sekuriti ikut ketarik juga.
Mengerikan sekali.
Sangat. Pemandangan itu berdarah-darah. Beberapa karyawati berteriak ketakutan dan ada yang pingsan. Saya juga ngilu melihatnya.
Lalu kemudian?
Di
saat sekuriti itu meringis kesakitan, sekuriti yang lain beserta para
karyawan berusaha menenangkan si tamu dengan menahan tubuhnya tapi
kewalahan. Orang itu seperti binatang buas yang berontak ke sana ke mari
dan tenaganya juga luar biasa. Bahkan seorang karyawan terlempar.
Akhirnya si sekuriti memukul kepala si tamu dengan pentungan besi hingga
ambruk dan dihajar ramai-ramai sampai ia tak bergerak lagi.
Dia mati?
Sepertinya
mati. Ia babak belur dikeroyok beramai-ramai, kemudian ditimpuk dengan
alat-alat kantor yang berat hingga kepalanya remuk. Sesudah itu ia tak
bergerak sama sekali.
Lalu bagaimana dengan para korban? Sekuriti dan Pak Daniel
Pak
Daniel saat itu masih hidup namun kondisinya kritis. Ia kehilangan
banyak darah dan tak sadarkan diri. Sedangkan si sekuriti tampak sangat
kesakitan. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit termasuk si tamu itu
juga. Kejadian ini membuat gempar seisi kantor hingga banyak orang
mengerubungi tempat itu.
Apa yang anda lakukan selanjutnya? Pulang?
Kejadian
itu benar-benar membuat saya shock hingga lupa akan urusan saya dengan
Pak Daniel. Tapi toh akhirnya terpaksa harus di-pending karena situasi
yang tak terduga itu. Saya berniat pulang kembali ke kantor tapi
ternyata saya tak bisa pulang.
Kenapa?
Karena semua peristiwa yang saya ceritakan barusan hanyalah awal dari peristiwa yang lebih besar.
>>>>page 1<<<<<<
ORIGINAL created by
SILVERCOROLLA (@taufikmulana)



0 komentar:
Post a Comment